Home » » Merindukan-Mu

Merindukan-Mu


“Beribu kicau, Beribu suara
Katakan hal serupa, Tak jauh berbeda
Bermakna sama

Aku ingin tahu
Adakah mereka merindukan-Ku?”

Adakah hari ini hatimu galau karena-Nya?

Atau sedikit saja terbesit hal itu dalam dahsyatnya bermilyar-milyar sel dalam suatu pusat syaraf yang membuatmu mengatakan satu kata itu: galau. Kita berada dalam dunia yang Dia ciptakan. Menginjak bumi-Nya terkadang dengan rasa angkuh. Lupa-ingat-lupa-ingat  lebih sering lupa sebenarnya. Pada Dia yang telah memberikan pagi dimana terkadang mata kita lalai menangkap keindahannya. Memilih pura- pura memejamkan mata hingga benar- benar terlelap.

Dia benar benar mengerti kita. Tabiat makhluk bernama manusia ciptaan-Nya. Yang ketika menuju persinggahan sementara akan terlena. Ia biarkan? Tidak! Sungguh.  Ia ingin kelak para khalifah di bumi akan kembali pada syurga-Nya yang abadi. Maka Ia ciptakan sesuatu padamu, yang memberikan-Nya tempat untuk dekat dengan ciptaan-Nya. Ialah hati. Tempat-Nya bersemayam. Jikalau begitu, pada masing- masing hati setiap jiwa, siapa seharusnya yang berada?

Adakah hari ini hatimu galau karena-Nya?
Saat- saat itu tiba. Sama pada setiap orang. Saat- saat dimana bukan hanya karena segores luka yang membuat kita menangis. Saat- saat serba tanggung. Saat- saat engkau tumbuh menjadi dewasa, lebih pintar untuk memilih. Tapi seharusnya pilihan itu bukan untuk membangkang-Nya. Dan sungguh benar tibalah saat- saat itu. Ketika seseorang mulai memikirkan seorang lainnya, ketika betapa seseorang dapat mengusik harinya, ketika harimu bahagia karena hadirnya dan ketika- ketika lain yang kalian lebih pintar menyebutkannya dibanding aku. Saat itulah ketika kita mempelejari bentuk cinta yang berbeda. Saat dimana kita seharusnya mempelajarinya dengan pemahaman- pemahaman yang benar. Karena di saat itulah terkadang kita terlena, betapa lebarnya celah- celah setan untuk menyelinap dan betapa mudahnya kita membiarkan mereka lewat.

Dia berikan padamu saat- saat itu. Yang sebenarnya sungguh aku berani bersumpah, saat itu saat yang bukan saat yang tepat untuk merasakannya. Saat itu semu, palsu dan penuh kebohongan ketika cinta pada manusia hanya karena manusia, tidak lebih. Istimewa sementara.  Dan saat- saat itu sebenarnya hanya pemanis kehidupan. Oh, tapi ketahuilah.. Pada saat itulah Dia ingin mengujimu. Untuk menguji seberapa banyak tempat di hatimu untuk-Nya. Akankah kita mempersempit tempat-Nya?

Teman, Adakah hari ini hatimu galau karena-Nya?
Ketika hati- hati terasa kosong. Berada pada kegelisahan, resah, gundah. Berada pada situasi yang abstrak. Sebagai manusia yang pernah merasa sepi. Sebagai manusia yang akhirnya mengerti arti kesendirian. Akhirnya hati memberi sinyal. Sebuah kerinduan.

Namun siapakah yang menciptakan hati? Lalu kepada siapa hati merindu?

Pada hati- hati yang merindu
Pada hati- hati yang penuh kecemasan
Pada hati- hati yang berada dalam penantian
Sekali lagi,
Adakah hari ini engkau merindukanNya?

Total Tayangan Laman

@RohisAsysyifa

Absensi Mentoring

Terpopuler

Comment

Random Post

Rohis SMAN 2 Cibinong. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Rohis Asy-syifa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger