Home » , » Sosok Penuh Cinta yang Kusebut Ibu

Sosok Penuh Cinta yang Kusebut Ibu

TENTANG IBU
Ibu adalah pahlawan aku, kamu, kita semua. Dia yang telah membawa kita untuk dapat berada di sini. Merasakan kehidupan. Sadarilah betapa Ia mencintai kita. Jauh…ketika dulu kita masih berada dalam kandungannya, betapa sering kita membuatnya lelah ketika berat badannya bertambah karena kehadiran kita di perutnya. Betapa sering kita membuat tidurnya menjadi tidak nyaman. Berkali- kali ibu  khawatir akan keadaan kita di dalam kandungannya sehingga Ia begitu menjaga pola makannya. Ia hindari makanan favoritnya atau bahkan berusaha mati- matian menelan makanan yang paling Ia benci hanya demi kesehatan kita, anaknya yang akan Ia perjuangkan untuk hidup.
Di dalam kandungan ibu, kita mulai tumbuh. Rupa kita mulai terbentuk. Tangan kita mulai meraba- raba air di sekeliling kandungan dan kaki kita mulai bergerak- gerak, menendang perut ibu dari dalam hingga kadang terlalu kencang dan membuatnya meringis kesakitan. Tapi ibu tidak marah. Ia tidak marah. Pada saat kita pertama kali menyapanya dari dalam kandungan, Ia hanya tersenyum. Bahagia. Ia bahagia bahwa ada tanda tanda kehidupan di dalam kandungannya. Ia bahagia bahwa ternyata anak yang ia kandung dalam kondisi sehat.
Dan tibalah saat yang dinanti oleh Ibu. Kelahiran kita. Setelah berbulan- bulan lamanya Ia mengandung, mengalami berbagai macam penderitaan yang tidak tergambarkan, Ia akan menyapa kita. Ibu ingin bertemu dengan kita. Maka saat itu, ibu harus berjuang antara hidup dan mati. Menahan rasa sakit dari proses kelahiran sang buah hati tercinta. Berkali- kali ibu menghembuskan nafasnya keras-keras. Entah berapa banyak keringatnya yang mengalir deras hingga membuat bajunya basah. Dan ketika Ia mendengar suara tangis kita yang menggema keras, dengan lega Ia tertawa bahagia. Bersyukur bahwa Ia telah berhasil mengantarkan satu kehidupan. 

Berakhir sampai disanakah? Tidak.
Tiap malam, kita masih membuat tidurnya tidak tenang. Menangis keras- keras saat membutuhkan sesuatu, menangis keras- keras saat merasa tidak nyaman, dan menangis keras- keras saat kita ingin berada di dekatnya. Di saat- saat seperti itu Ibu menjadi orang yang paling sibuk sedunia. Hampir seluruh waktunya terfokus untuk merawat kita dengan cinta kasihnya. Sejenak Ia ingin beristirahat, tidak lama tangisan kita membuatnya terjaga. Dengan segera Ia hampiri dan dekap kita dalam peluknya yang hangat. Lalu perlahan tangis kita mereda.

Kawan, ini hanya gambaran singkat mengenai cinta kasih seorang ibu.
Tidak akan pernah bisa untuk dijabarkan secara detail, karena sepanjang hayatnya ibu akan terus mencintai kita. Anaknya. Karena Allah.


KATA RASULULLAH TENTANG IBU
Berikut kisah di zaman Rasulullah SAW mengenai betapa besar perjuangan ibu ketika melahirkan kita.
“ Ketika itu seseorang datang kepada Rasulullah SAW. Ia bercerita telah menggendong ibunya di pundaknya sendirian selama menjalani seluruh rukun dan wajib haji. Ia ingin mengetahui apakah perbuatannya itu telah dapat membalas kebaikan yang selama ini ditunjukkan ibunya di masa kanak-kanak. Rasulullah SAW menjawab, ”Tidak, semua yang telah kau kerjakan itu belum dapat membalas satu kali rasa sakit karena kontraksi rahim ketika ibumu melahirkanmu ke dunia.

Dari kisah tersebut kita dapat mengambil hikmah bahwa pengorbanan dan perjuangan ibu sangatlah besar. Lalu sebagai anak apa yang telah kita lakukan? Coba direnungkan sejenak..
Ketika kita semakin dewasa, kita semakin menjauh. Semakin jarang mengobrol dengan ibu dan bahkan malu untuk memeluk dan menciumnya. Semakin sibuk dengan berbagai macam urusan, hingga terkadang lupa untuk menyapanya. Hingga seringkali kita membentaknya, berkata- kata kasar hanya ketika kita berada di tengah kesibukan Ia berkali- kali memanggil kita. Membentaknya hanya karena berkali- kali menyahuti kita untuk bangun. Mengomel ketika masakan yang tersedia tidak sesuai selera. Mengatakan sibuk ketika dimintai tolong.
Ya Allah... Astaghfirullah….
Sesungguhnya ketika Ibu memanggil kita mungkin saja sebenarnya ibu rindu terhadap kita. Ia ingin melihat wajah anaknya yang sudah lama tidak Ia lihat karena aktivitas kita yang padat. Sesungguhnya ketika ibu mengingatkan kita untuk makan, untuk segera tidur dan menyahuti kita untuk bangun, sesungguhnya Ibu hanya sangat memperhatikan kita. Ketika sesekali ia marah, mengomel, sesungguhnya itu hanya bentuk kepeduliannya. Tetapi apa yang kita katakan? Kita bilang bahwa ibu kita bawel, cerewet dan kebanyakan kita balas memarahinya. Hingga ibu kita terdiam.
Ya Allah... Astaghfirullah….
Seberapa sering kita abaikan kasih sayangnya? Seberapa sering kita sakiti hatinya?
Apakah diam- diam ternyata di tengah malam ia titikkan air mata karena tingkah laku kami?

Ya Allah... Astaghfirullah….
Maafkan kami ibu……

Apabila kita renungkan, entah berapa banyak kesalahan yang kita lakukan terhadap ibu kita. Lalu……
IBU, BAGAIMANA AKU MEMBALAS JASAMU?

Menyimak kisah di zaman Rasulullah tadi, terbayang bahwa untuk membalas jasa seorang ibu kita tidak akan sanggup. Tetapi kewajiban kita untuk berterima kasih atas cinta kasihnya adalah dengan berbakti. Kewajiban seorang anaklah untuk melakukan birrul walidain. Ibu, ibu, ibu lalu kemudian ayah. Berikut beberapa hal yang dapat kita semua lakukan sebagai wujud bakti kita terhadap orang tua.

1. Jaga hubungan baik dengan orangtua
            Ada banyak  cara untuk menjaga hubungan baik dengan orangtua. Berikut beberapa yang akan dibahas.
Pertama, jangan membuat keduanya bersedih
Di dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa Memberikan kegembiraan kepada seorang mu’min termasuk shadaqah dan lebih utama lagi jika engkau berikan kegembiraan kepada kedua orang tuamu
Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa ketika seseorang meminta izin untuk berjihad dengan meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, Kembali dan buatlah keduanya tertawa seperti engkau telah membuat keduanya menangis [Hadits Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i]
           
            Kedua, hendaknya bersikap lemah lembut kepada keduanya
            Jangan kita bentak orang tua kita dan lontarkan kata- kata kasar yang dapat menyakiti perasaan mereka. Sekalipun ada hal- hal yang kita tidak sukai pada keduanya, jangan kita berkata “ah”, mencaci maki, mencemooh dan menyumpah-nyumpahi, hal tersebut merupakan dosa besar. Berbicaralah dengan perkataan yang baik dan sopan.

            Ketiga,berperilakulah yang baik dan sopan terhadap keduanya
            Hormati kedua orang tua. Janganlah engkau berdusta kepada mereka dan jangan mencela mereka jika mereka mengerjakan perbuatan yang tidak engkau sukai. Bersikaplah yang baik dan sopan. Muliakanlah keduanya dan jaga nama baik mereka.

Keempat, patuhi perintahnya dalam perkara selain maksiat
            Patuhi perintah keduanya yang perintah itu tidak melanggar hukum- hukum Allah. Apabila perintah tersebut tidak sesuai hukum Allah, tidak wajib bagi kita mematuhinya. Jelaskanlah yang benar kepada mereka dengan bahasa yang santun.

2. Membantu kedua orang tua
            Apabila kita dipanggil, penuhilah panggilan mereka dengan segera. Dan apabila dimintai bantuan janganlah kita menolaknya. Kerjakanlah perkara-perkara yang dapat meringankan beban mereka meskipun tanpa diperintah.

3. Senantiasa meminta izin ketika hendak pergi
            Apabila orang tua kita tidak mengizinkan, janganlah pergi meskipun itu untuk perkara yang penting. Apabila kondisinya darurat maka berikanlah penjelasan dengan cara yang baik. Apabila mendadak pulang telat kabarilah mereka. Jangan biarkan mereka khawatir berlarut- larut ketika kita telat pulang. Dan tetap jaga komunikasi dengan orang tua.

4. Mendoakan kedua orangtua
            Senantiasa doakan mereka dalam sholat kita. Berdoalah untuk kebaikan keduanya di dunia dan di akhirat. Doakan agar mereka diampuni dosa-dosanya dan dirahmati oleh Allah swt. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Israa ayat 25 yang artinya:

Dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku (di) waktu kecil.’” (QS. Al-`Israa` [17]: 25)

Total Tayangan Laman

@RohisAsysyifa

Absensi Mentoring

Terpopuler

Comment

Random Post

Rohis SMAN 2 Cibinong. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Rohis Asy-syifa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger